Mimpi, Harapan, Niatan dan Pencapaian.

Mimpi, Harapan, Niatan dan Pencapaian.

Bukan sesuatu yang menabjukkan untuk diceritakan kepada orang lain.

 

Tulisan ini hanyalah adalah bagian dari pelepas rindu ketika belum mampu menciptakan cerita fiksi yang sebenarnya sudah tertayang di imajinasi, bak film terbaru tahun ini.

Mari kita berbicara tentang mimpi, kali ini.

Andrea Hirata, sudah pernah mengisahkannya dengan sangat manis dan mengharukan tentang mimpi yang dimiliki ikal dan teman-temannya. Saya pun begitu, kamu, dia, kita semua punya mimpi.

Bermula dari mimpi yang kemudian menjadi harapan, lalu niatan, dan berakhir pada pencapaian.

Sampai tahapan mana mimpi mu? Berapa mimpi yang gugur dan kemudian tergantikan oleh mimpi lain yang mungkin untuk terwujud?

Mungkin sudah beribu-ribu mimpi saya yang gugur dan kemudian terkubur. Tapi, tidak serta merta kemudian harapan itu pupus, banyak yang diganti dengan sesuatu yang lebih. Lebih dari yang saya ingin capai (dapatkan). Jika sudah begitu, bagaimana saya ingin mengingkari janjiNya? Dia terlalu baik, terlalu baik pada mimpi-mimpi saya. Terlalu indah menyusun skenario hidup ini.

 

Saya ini bukan siapa-siapa, belum menjadi apa-apa, hanya salah satu dari milyaran orang didunia yang memiliki banyak mimpi. Tulisan ini pun sengaja saya buat untuk menjadi pengingat bagaimana capaian itu saya raih, hanya ingin sedikit mengabadikan momen kita perjuangan itu adalah sebuah perjuangan yang ternyata tidak bisa dikatakan mudah. Ditengah-tengan kelemahan diri saya, kemalasan, ketidaktahuan saya, serta banyak lagi hal-hal yang rasanya mustahil mewujudkan mimpi itu.

Tidak banyak memang pencapaian saya, terutama di bidang akademik, apalagi diluar itu. Saya bahkan tidak merasa memiliki bakat apa-apa (menyedihkan).

Ketika masih menimba ilmu di S1 biologi UNY, rasanya seperti mimpi, tiba-tiba sampai pada penghujung waktu berakhirnya masa studi itu. Siapa yang menyangka bisa mencicipi menjadi anak magang di Zoologi LIPI? Kalau tidak ada niat dan tekad yang nekat, kaki ini tidak akan pernah berjalan ke sana untuk menemui orang-orang terbaik di bidangnya. Belajar memahami esensi siapa peneliti, bagaimana peneliti, sampai akhirnya jatuh cinta dengan hal yang dulu saya anggap “untuk apa mempelajarinya?”. Teman-teman terbaikpun saya temui ditengah-tengah perjuangan itu.

 

Mengambil keputusan double degree, lalu melanjutkan master program, juga masuk asrama putri yang mewajibkan kuliah di pagi hari juga malam hari. Entah dari mana kekuatan itu untuk menjalani ini semua. Terkadang saya masih harus mengais-ngais semangat dari berbagai tempat.

Bagi saya bukan karena seseorang itu yang hebat dengan pencapaian-pencapaiannya. Tapi cita-citanya lah yang hebat.

Bonusnya bagi saya, banyak sekali teman baik yang saya temui di setiap persinggahan itu. Orang tua yang sangat mendukung apapun yang saya cita-citakan. Guru-guru (dosen serta ustad ustadzah) dengan keilmuan masing-masing membentuk diri saya, pola pikir saya, perilaku saya. Mereka-mereka lah dengan kesungguhan hatinya mengajarkan ilmu-ilmu yang bahkan baru saya ketahui. Jikalau pun kalian melihat saya terlalu banyak celah untuk salah, itu karena diri saya sendiri. Orang tua dan guru saya adalah yang terbaik, saya yang belum mampu mencerna dengan baik apa yang mereka sampaikan. Di sinilah perjuangan itu, meneruskan ilmu yang sudah diberikan kepada adik, anak, cucu, cicit, generasi berikutnya setelah saya.

Mimpi itu belum akan berakhir, sebutlah saja ini ambisi, atau apapun itu. Saya masih menyusun mimpi itu dalam angan-angan, berdoa di dalam hati, semoga Dia berkenan mengabulkannya, mewujudkannya di dunia nyata.

Saya masih ingin melanjutkan sekolah di negeri lain, saya masih ingin menuliskan imajinasi saya kemudian membukukannya kembali, saya pun ingin membuat film dari cerita yang saya tuliskan sendiri, menjadi sutradara, penulis ceritanya. Mimpi-mimpi yang saat ini mustahil diwujudkan.

Jangan takut bermimpi, jangan takut mewujudkannya, jangan bingung dengan jalan seperti apa yang harus ditempuh. Kita hanya perlu berusaha dan berdoa. Berusaha sebaik mungkin, berdoa dengan sungguh-sungguh. Kemudian waktu yang akan menjadi saksinya. Jangan pikirkan pencapaiannya, tapi pikirkan bagaimana perjuangannya. Disetiap mimpi, pasti di sertai dengan bonus-bonus yang menyenangkan. Semangat untuk kamu yang sedang meraih mimpi 🙂

ps: doakan saya meraih mimpi-mimpi itu ya. Doakan…

4e18a6855fb5768caff80373730d262d
Tulip dan kincir angin
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s