Diary…

Diary…

P_20160416_144245Hai, siapa diantara kalian yang masih menulis di buku diary? Sudah sangat lama sejak SMP terakhir kali menulis uneg-uneg di buku diary. Hari ini, saat menempuh pendidikan pascasarjana mulai menulis lagi. Sudah tua ya rasanya. Hiks

Bedanya, buku diary kali ini gak perlu gembok-gembokan. Lagian siapa yang mau membaca catatan di usia begini. Yang isinya juga sudah lebih complicated ya..

Apa coba yang di bahas? Penelitian yang entah mengalami kemajuan kapan, pemikiran tentang pernikahan yang makin ruwet, menuliskan kembali impian-impian yang belum tercapai. Sudah ndak ada kali ya cerita “dear diary, aku suka banget sama dia. Aku deg-degan tiap papasan sama dia.” 😀

Menulis diary sebenarnya bisa dijadikan media untuk mengasah kemampuan menulis, lho. Bermula dari kisah nyata, belajar mengalirkan kata lewat jemari. Suatu saat akan berguna, mungkin aja kedepannya bisa lebih lincah menulis cerita pendek, atau pun novel. Namanya belajar pasti ada capeknya ya, tapi kalau belajarnya menyenangkan capeknya juga bisa jadi menyenangkan. Yuk, menulis…

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s